Apa itu Registry Service Provider (RSP)?
Registry Service Provider (RSP) adalah organisasi yang mengoperasikan infrastruktur backend teknis yang diperlukan untuk menjalankan Top-Level Domain. Ketika perusahaan, pemerintah, atau komunitas diberi hak untuk mengoperasikan TLD oleh ICANN, mereka memiliki dua pilihan: membangun seluruh stack teknis sendiri atau mengontrak RSP. Hampir semua operator TLD memilih RSP — dan ICANN mewajibkan bahwa RSP yang digunakan untuk new gTLD telah lulus evaluasi teknis mereka.
Layanan apa yang disediakan RSP?
RSP menyediakan lima layanan teknis inti yang dipersyaratkan Registry Agreement ICANN:
1. DNS Autoritatif (Anycast)
RSP mengoperasikan nameserver yang menjawab kueri DNS untuk TLD. Ini harus didistribusikan secara global via Anycast dan memenuhi persyaratan SLA yang ketat (99.999% untuk sebagian besar TLD).
2. Shared Registration System (SRS) / EPP
SRS adalah database yang menyimpan semua registrasi domain untuk TLD. Registrar terhubung ke SRS via EPP untuk mendaftarkan, memperbarui, mentransfer, dan mengelola domain.
3. WHOIS / RDAP
Layanan pencarian domain publik. WHOIS adalah protokol lama; RDAP adalah pengganti modern yang dipersyaratkan ICANN sejak 2019.
4. DNSSEC
Penandatanganan kriptografis record DNS menggunakan Hardware Security Module (HSM).
5. Data Escrow
Deposit berkala semua data registry ke agen escrow independen yang diakui IANA.
Program evaluasi RSP ICANN
ICANN memperkenalkan program evaluasi RSP khusus untuk Program New gTLD 2012. Organisasi harus melamar dan lulus evaluasi ICANN untuk menjadi RSP yang diakui.
Evaluasi mencakup:
Per 2025, hanya 28 organisasi di seluruh dunia yang telah lulus evaluasi ini. PT AIDI Digital Global (ADG) adalah salah satunya — berkantor pusat di Indonesia dan melayani operator TLD secara global.
RSP vs operator registry: apa bedanya?
| Operator Registry | Registry Service Provider (RSP) | |
|---|---|---|
| **Hubungan ICANN** | Memegang Registry Agreement | Tidak ada kontrak ICANN langsung |
| **Akuntabilitas** | Bertanggung jawab ke ICANN untuk TLD | Bertanggung jawab ke operator registry |
| **Peran kebijakan** | Menetapkan kebijakan domain untuk TLD | Mengimplementasikan kebijakan |
| **Peran teknis** | Memiliki hak TLD | Menjalankan sistem teknis |
| **Peran bisnis** | Strategi komersial/branding | Operasi infrastruktur |
Cara memilih RSP yang tepat
Tidak semua RSP sama. Kriteria evaluasi utama:
1. Status evaluasi ICANN: Tidak dapat ditawar — konfirmasi RSP ada dalam daftar yang dievaluasi ICANN saat ini.
2. Kualitas infrastruktur DNS: Jumlah node, distribusi geografis, jaminan SLA, kapasitas perlindungan DDoS.
3. Referensi: TLD aktif apa yang dioperasikan RSP? Bicaralah dengan pelanggan yang ada.
4. Ketentuan kontrak: Apa yang terjadi jika Anda ingin bermigrasi ke RSP lain?
5. Dukungan lokal: Jika TLD Anda melayani pasar regional, apakah RSP dapat diakses di zona waktu Anda?
6. Model penetapan harga: Biaya per-domain vs. biaya flat — model mana yang sesuai dengan ukuran zona TLD Anda yang diproyeksikan?
ADG menawarkan discovery call gratis untuk membantu pemohon TLD mengevaluasi pilihan mereka.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bisakah saya mengganti RSP setelah delegasi?
Ya, tetapi secara operasional kompleks. Migrasi RSP melibatkan pemindahan data zona, data SRS, koneksi EPP registrar, dan kunci DNSSEC — semuanya sambil mempertahankan uptime 100%.
Apa itu RSP bersama vs. RSP khusus?
RSP bersama mengoperasikan infrastruktur yang digunakan oleh beberapa operator TLD secara bersamaan (multi-tenancy). RSP khusus menyediakan infrastruktur eksklusif untuk satu TLD.
Berapa lama orientasi RSP?
Setelah Registry Agreement ditandatangani dengan ICANN, pengaturan teknis dengan RSP biasanya membutuhkan 60–90 hari. Proses orientasi ADG dirancang untuk memenuhi persyaratan PDT ICANN pada pengiriman pertama.