DNS & DNSSEC6 menit baca

Apa itu Anycast DNS? Cara Meningkatkan Keandalan

Anycast DNS adalah metode perutean di mana satu alamat IP diumumkan dari beberapa server di seluruh dunia. Ketika perangkat menanyakan server DNS Anycast, jaringan secara otomatis merutekan permintaan ke node terdekat — mengurangi latensi, meningkatkan keandalan, dan menyediakan failover otomatis jika node mana pun offline.

Unicast vs Anycast: perbedaan inti

Dalam perutean Unicast standar, setiap server memiliki alamat IP unik. Jika pengguna di Jakarta menanyakan server DNS yang hanya di-host di New York, setiap kueri harus menempuh setengah keliling dunia — menambahkan latensi 200–300ms.


Dalam perutean Anycast, beberapa server di lokasi berbeda semuanya mengumumkan alamat IP yang sama via BGP (Border Gateway Protocol). Infrastruktur perutean internet secara otomatis memilih server "terdekat" berdasarkan topologi jaringan — biasanya yang memiliki hop BGP paling sedikit atau latensi terukur terendah.


Klien tidak tahu server mana yang menjawab. Dari perspektifnya, ia menanyakan alamat IP dan mendapatkan jawaban cepat.

Cara Anycast DNS meningkatkan performa TLD

Untuk operator TLD, Anycast DNS memberikan tiga manfaat kritis:


1. Latensi rendah secara global

Dengan node di Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika, waktu resolusi DNS rata-rata turun dari 200ms+ (terpusat) menjadi 20–50ms (Anycast).


2. Failover otomatis

Jika node menjadi tidak dapat dijangkau, BGP reconverge secara otomatis. Lalu lintas beralih ke node terbaik berikutnya dalam hitungan detik.


3. Penyerapan DDoS

Serangan DDoS DNS didistribusikan ke semua node secara bersamaan. Backbone Anycast ADG menyediakan 1 Tbps kapasitas mitigasi DDoS.

Anycast DNS untuk operasi TLD yang patuh ICANN

Persyaratan Registry Agreement ICANN untuk operator TLD:


  • **SLA:** Ketersediaan DNS harus 99.999% atau lebih tinggi (kurang dari 5 menit downtime/tahun)
  • **Keragaman node:** Beberapa node yang terdistribusi secara geografis
  • **RTO/RPO:** Tujuan waktu pemulihan diukur dalam menit, bukan jam

  • Memenuhi persyaratan ini dengan nameserver lokasi tunggal (Unicast) hampir tidak mungkin. Anycast DNS adalah standar industri karena merupakan satu-satunya arsitektur yang dapat memberikan ketersediaan DNS 99.999% secara andal dalam skala global.


    ADG mengoperasikan 30+ node Anycast di 6 benua.

    Anycast vs GeoDNS: apa bedanya?

    Anycast DNSGeoDNS
    **Mekanisme perutean**Perutean jaringan BGPLogika lapisan aplikasi
    **Kesadaran**Topologi jaringan (hop)Database IP geografis
    **Kecepatan failover**Detik (reconverge BGP)Tergantung TTL + health check
    **Perlindungan DDoS**Inheren (lalu lintas terdistribusi)Minimal
    **Kasus penggunaan**Authoritative nameserverLoad-balancing respons HTTP

    Pertanyaan yang Sering Diajukan

    Berapa banyak node Anycast yang diperlukan untuk uptime 99.999%?

    ICANN merekomendasikan minimum 2 situs Anycast yang terpisah secara geografis. Dalam praktiknya, mencapai SLA 99.999% memerlukan setidaknya 5–10 node di berbagai provider dan geografi. ADG mengoperasikan 30+ node untuk alasan ini.

    Bisakah saya menjalankan Anycast DNS sendiri alih-alih menggunakan RSP?

    Secara teknis ya, tetapi menantang secara operasional. Menjalankan Anycast DNS memerlukan perjanjian peering BGP dengan ISP, perjanjian co-location di beberapa datacenter global, liputan NOC 24/7, infrastruktur DNSSEC, dan keahlian dalam operasi TLD yang sesuai RFC.

    Apakah jaringan Anycast ADG mendukung IPv6?

    Ya. Jaringan DNS Anycast ADG sepenuhnya dual-stack, mendukung IPv4 dan IPv6. ICANN mengharuskan operator TLD mendukung IPv6 untuk nameserver DNS dan endpoint WHOIS/RDAP mereka.

    Layanan ADG

    Infrastruktur DNS Anycast ADG (30+ node)

    Pelajari lebih lanjut